![]() |
| istimewa |
Kuningan - Seorang pemuda bernama Ridwan (23) meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kuningan setelah ponsel miliknya jatuh ke dalam gorong-gorong yang sempit dan dalam di Jalan Raya Jalaksana, Desa Sadamarta, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma memaparkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 11.23 WIB. Kala itu, dalam perjalanan pulang setelah muncak di Gunung Ciremai, Ridwan berteduh sambil bermain ponsel bersama teman-temanya di depan ruko Jalan Raya Jalaksana depan SMK BI Kuningan.
Namun, karena kondisi hujan membuat tangan dan ponsel Ridwan menjadi licin. Dan secara tidak sengaja, tiba-tiba ponsel yang sedang dimainkan oleh Ridwan tersebut terjatuh dan masuk ke dalam gorong-gorong saluran air yang ada di bawahnya.
Melihat gorong-gorong tersebut sempit karena tertutup beton serta kondisi gorong-gorong yang dalam, Ridwan langsung panik dan meminta salah seorang temannya untuk menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan.
“Karena licin, handphone yang sedang digunakan terjatuh ke dalam celah gorong-gorong di bawahnya. Karena panik dan gorong-gorong tersebut tertutup yang sulit untuk dijangkau, Ia menggunakan handphone teman nya menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan untuk meminta bantuan pengambilan HP tersebut,” tutur Arga. Sabtu (3/1/2025).
Mendapatkan laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung mengirimkan keempat anggotanya ke lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, petugas mengalami beberapa kendala, celah gorong-gorong yang sempit ditambah dengan tutup beton yang keras membuat petugas harus membongkar terlebih dahulu gorong-gorong tersebut.
Tak hanya itu, karena gorong-gorong juga cukup dalam yakni dua meter. Membuat ponsel tidak bisa diambil langsung dengan alat penjepit. Untuk mengalami ponsel tersebut, petugas harus masuk ke dalam gorong-gorong dengan diameter berukuran satu meteran. Setelah berjibaku selama lima belas menit, akhirnya ponsel tersebut berhasil diselamatkan.
“Gorong-gorong kedalamannya sekitar 2 meter lebih dengan diameter 1 meter. Karena gorong-gorong tertutup, anggota membongkar dengan cara mencongkel dan membuka penutup gorong-gorong agar bisa turun untuk mengambil Handphone tersebut. Selesai penanganan sekitar pukul 11.52 WIB,” tutur Arga.
Menyikapi kejadian tersebut, Damkar Kuningan menghimbau agar masyarakat selalu waspada dalam menggunakan ponsel apalagi dalam kondisi hujan atau saat sedang berada di area saluran air atau lubang dengan celah yang sempit. Serta pastikan barang berharga disimpan di tempat yang aman.
“Dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada bila menggunakan ponsel saat berada di atas gorong-gorong atau tempat dengan lobang atau celah sempit, serta pastikan barang bawaan tersimpan aman di dalam saku atau tas yang tertutup guna mencegah insiden barang terjatuh yang dapat membahayakan keselamatan diri saat mencoba mengambilnya,” pungkas Arga.

