Kuningan - Suasana gedung cagar budaya Graha Wangi mendadak berubah, deretan karya seni langsung menyambut pengunjung saat memasuki area gedung yang sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda tersebut.
Di etalase depan terlihat beberapa bingkai lukisan cat dan digital di pajang dalam sebuah ruangan. Di tengahnya terdapat deretan merchandise unik seperti gantungan, kaos dan buku catatan. Bergeser dari ruangan depan, pengunjung bisa masuk langsung masuk ke area utama. Di area utama ini, ada beberapa karya seni yang dipajang di beberapa sudut estetik ruangan.
Salah satu karya tampak memperlihatkan tentang gambar dedaunan yang dibaliknya tersembunyi sosok monster yang bersembunyi di balik dedaunan kering. Dalam keterangannya, karya tersebut ingin merefleksikan tentang kehancuran hutan akibat pembalakan liar.
Di bagian tengah area terdapat karya seni yang dibuat dari bongkahan kayu dan batu yang bisa mengeluarkan suara instrumen kinetik. Karya ini ingin mengajak audiens untuk mendengarkan suara yang sering diabaikan serta mempertanyakan ulang tentang sebuah hubungan manusia, alam dan mesin.
Selain di ruang utama, terdapat juga ruangan lain yang khusus menyimpan sebuah karya seni visual atau video art. Saat memasuki ruangan tersebut, suara pekikan langsung terdengar ditambah dengan suasana ruangan yang gelap dan kemerahan yang berasal dari sorot lampu temaram. Di bagian ujungnya terlebih deretan batu, tanah liat dan dedaunan yang ditata mirip sesajen.
Di bagian atas sesajen tersebut diputar video yang menggambarkan tentang mata manusia yang terus bergerak mengawasi dengan iringan suara teriakan dan pekikan. Seni visual tersebut mengajak pengunjung untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dan modernitas.
Kurator Pameran, Maulana Prasaja mengatakan bahwa pameran karya seni tersebut mengusung tema re/trance yang berarti mengulang kembali atau merefleksikan atas segala sesuatu yang sudah terjadi.
“Artinya mengulang kembali yang sudah. Secara sederhana kita mengenalkan identitas kita dari mana kita berasal. Dari topik ini kita berharap orang bisa mengenal dan merepresentasikan dirinya sendiri dan wilayahnya. Untuk yang tengah itu kinetik akustik, senimannya itu mengajak kita untuk peduli pada bunyi yang terabaikan,” tutur Maulana.
Maulana memaparkan, karya seni tersebut berasal dari 10 seniman yang berasal dari berbagai macam profesi. Lewat pemeran ini, ia berharap masyarakat menjadi lebih tahu tentang seni geliat para seniman di Kuningan.
“Di sini kita mencoba untuk mewujudkan konflik ekologis dan topografi wilayah dan ada yang membahas tentang representasi wilayah. Jadi lebih ke refleksi. Ada juga yang menggambarkan tentang sosok ibu atau visual gerak hidup yang dianalogikan dalam sebuah kaktus. Seniman yang terlibat ada sepuluh. Kebanyakan ilustrator, ada juga dalang, dosen, wirausaha, guru dan penggerak literasi,” tutur Maulana.
Maulana memaparkan, gedung Graha Wangi dipilih menjadi tempat pameran, karena tersebut merupakan gedung bersejarah yang pernah menjadi tempat berkumpulnya para pemuda Kuningan di zaman dulu.
“Gedung Graha Wangi itu pas zaman Belanda itu pabrik benang, terus diubah jadi gedung pertemuan organisasi pemuda setelah kemerdekaan. Terus jadi tempat badminton, tempat gym, terus baru jadi gedung Cagar budaya pada tahun 2024,” tutur Maulana.
Meski sudah memasuki hari terakhir, namun, siang itu, suasana area pemeran tampak ramai. Karena selain menyajikan pameran, disajikan juga acara pendukung seperti diskusi seni dan bedah buku. Salah satu pengunjung, Wawan memaparkan bahwa ia sangat mengapresiasi karya seni yang ada di pameran.
Meskipun dilaksanakan secara sederhana, namun, karya seni tersebut menampilkan banyak karya seni yang indah dan enak untuk dipandang. Ia berharap, ke depan pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan lagi geliat seni di Kuningan.
“Kreativitas seniman muda Kuningan melalui Pameran Re/trace yang ditampilkan para perupa patut diacungi jempol. Seperti diketahui pameran tersebut digelar mandiri dan tanpa seremonial dibuka oleh seniman dan musisi Tabuhan Nusantara Yusup Oeblet,” tutur Wawan.

