BukBerliterasi: Kolaborasi Kudu Pede Caruban dan Pegiat Literasi Perkuat Ekosistem Karya

0

 




CIREBON – Organisasi Kudu Pede Caruban (KPC) menggelar kegiatan "BukBerliterasi" dengan menggandeng komunitas pegiat literasi, Dialektika Muda Cirebon dan Mertika.id. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi dalam merawat tradisi literasi sekaligus menjadi ruang diskusi produktif di bulan Ramadan.


​Agenda yang dihadiri akademisi dan penulis muda ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang untuk merumuskan gagasan berbasis karya nyata.


​Ketua Kudu Pede Caruban, Sopidi, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengubah esensi berkumpul menjadi lebih substansial. Menurutnya, generasi muda harus mampu mengidentifikasi persoalan sosial dan merumuskan solusi melalui pikiran-pikiran baru.


​“Berkumpul hari ini bukan sekadar melestarikan kebiasaan, tetapi bagaimana kita mencari makna dan menghadirkan solusi bagi Cirebon, khususnya bagi kalangan muda,” ujar Sopidi.


Dokumentasi Kepemimpinan dan Suara Gen Z


​Salah satu poin utama dalam forum ini adalah pembahasan rencana penulisan buku berjudul "Jejak Pengabdian Bupati Cirebon Dua Periode". Buku tersebut akan merangkum kiprah Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, dari perspektif keluarga, sahabat, hingga masyarakat. Sopidi menilai dokumentasi literatif ini penting sebagai pembelajaran bagi generasi mendatang.


​Di sisi lain, diskusi juga menyoroti pentingnya literasi di era disrupsi informasi. Perwakilan Dialektika Muda Cirebon, Mohamad Romadoni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memfasilitasi 18 penulis muda untuk menerbitkan buku "Gen Z Bersuara".


​Buku kumpulan opini tersebut membedah isu kesehatan mental, lingkungan, hingga dinamika sosial. “Kami ingin memprovokasi generasi Z agar tidak hanya resah, tetapi mampu mengubah keresahan itu menjadi karya dan solusi,” tegas Romadoni.


Literasi sebagai Medium Kritik dan Arsip


​Perwakilan Mertika.id, Rizqi Alfarel, menambahkan bahwa literasi harus melampaui teks dan menyentuh konteks sosial. Ia menekankan bahwa kolaborasi antar-komunitas ini memiliki visi besar untuk menjadikan buku sebagai medium komunikasi tidak langsung kepada masyarakat.


​“Orientasi kami sama, yakni menghadirkan buku sebagai instrumen pengarsipan gagasan,” kata Rizqi. Ia juga mengapresiasi inisiatif pendokumentasian perjalanan pengabdian kepala daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban publik secara literatif.


​Apresiasi senada datang dari Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Abdurrahman. Ia menilai gerakan ini mencerminkan pola pikir progresif generasi muda dalam berkontribusi bagi pembangunan daerah.


​“Ini menunjukkan generasi muda sudah berpikir positif dan berorientasi pada pembangunan daerah melalui jalur literasi,” pungkasnya.


Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top