Lupa Matikan Mesin Kopi, Usaha Kopi di Kuningan Ludes Terbakar

0

 

Kuningan - Sebuah tempat usaha pengolahan kopi di Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, hangus terbakar. Insiden kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh mesin kopi yang dibiarkan tetap menyala tanpa pengawasan.



Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, pemilik usaha bernama Kari (53) tengah mengoperasikan dua unit mesin roasting kopi di lokasi usahanya. Tak lama berselang, Kari meninggalkan lokasi untuk menunaikan salat zuhur di masjid dalam kondisi mesin yang masih beroperasi. Sementara itu, istrinya juga sedang berada di rumah yang letaknya tidak jauh dari tempat usaha tersebut.



Kondisi mesin coffee roastery yang ditinggalkan tanpa pengawasan di dalam ruangan tertutup memicu situasi fatal. Sepulangnya dari masjid, Kari terkejut melihat kepulan asap tebal sudah membumbung tinggi dari atap bangunan usahanya. Pemilik bersama warga setempat segera berupaya memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.



Namun, kobaran api kian membesar dan melalap barang-barang serta peralatan di dalam ruangan. Menyadari situasi yang kian tak terkendali, pihak aparat desa segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.



“Menurut keterangan Pemilik Usaha, bapak Kari, bahwa sekitar pukul 12.00 WIB di tempat usahanya “Pentago Coffee Roastery” sedang mengoperasikan 2 mesin roasting kopi sedangkan beliau pergi ke Mesjid untuk Sholat Dzuhur dan istrinya pulang dulu ke rumah yang berada di tidak jauh dari tempat usahanya tersebut. Sementara tidak ada orang yang berada di Coffee Roastery sehingga semua pintu keluar dalam keadaan tertutup,” tutur Arga, Senin (20/7/2026).



Menerima laporan tersebut, UPT Pemadam Kebakaran Kuningan segera mengerahkan satu regu pemadam ke lokasi kejadian dengan menggunakan mobil dinas pancar. Setibanya di lokasi, api masih berkobar dengan asap yang membumbung tinggi. Guna mempercepat proses pemadaman, petugas mendapat bantuan suplai air sebanyak 60.000 liter dari Bagirang Water.



Setelah berjibaku selama kurang lebih 50 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 13.40 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan, kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh pengoperasian mesin roasting kopi yang ditinggalkan tanpa pengawasan.



“​Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih 50 menit dengan bantuan suplai air sebanyak 60.000 liter dari Bagirang Water. Api akhirnya berhasil dijinakkan total pada pukul 13.40 WIB.Berdasarkan info dari saksi penyebab kebakaran diduga dari pengoperasian mesin roasting kopi,” tutur Arga.



Akibat kejadian tersebut, total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp387.400.000. Rincian kerugian meliputi kerusakan bangunan seluas 130 meter persegi senilai Rp195.000.000, serta bahan baku berupa kopi utuh sebanyak 1,5 ton senilai Rp105.000.000.



Selain itu, sejumlah peralatan usaha juga hangus terbakar, di antaranya dua unit mesin roasting senilai Rp60.000.000, satu unit televisi 42 inci senilai Rp1.500.000, satu unit showcase senilai Rp600.000, serta dua tabung gas LPG 3 kg senilai Rp300.000. Uang tunai sebesar Rp25.000.000 milik korban juga dilaporkan ikut ludes terbakar.



Atas insiden ini, petugas mengimbau kepada seluruh pemilik usaha dan masyarakat umum agar tidak meninggalkan alat elektronik maupun mesin industri berisiko tinggi dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Hal ini penting dilakukan guna mencegah insiden serupa terulang kembali di masa mendatang



Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top